PENGOLAHAN LAHAN SECARA INTENSIF
Kebutuhan makanan atau unsur hara yang tersedia untuk kehidupan tanaman dari dalam tanah, seperti halnya kebutuhan akan nutrisi bagi manusia dan binatang.Di alam tanaman memperoleh hara dari daur ulang bahan organik, di mana contoh yang nyata dapat dilihat pada proses regenerasi yang terjadi secara alam dihutan-hutan; pohon-pohon yang mati , daun-daun yang jatuh pada lantai dengan bantuan binatang-binatang dan mikroba dalam tanah akan didekomposisi kan. Sistem daur ulang secara alami ini akan menyediakan hara yang diperlukan tanaman.
Dalam pertanian modern yang menekankan efisiensi sering terjadi kekacauan dalam daur ulang alam.Pada saat ini penggarapan tanah banyak yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida buatan secara terus menerus. Sedangkan efisiensi dalam pertanian alamiah dapat diusahakan dengan cara lain yang memperhatikan proses daur ulang, yang dapat dikerjakan, dimana hasilnya tidak mengecewakan yaitu dengan pengolahan tanah secara intensif.
Dalam pengolahan tanah yang intensif , lahan dibagi menjadi areal areal kecil, kemudian dilakukan daur ulang dengan mengunakan bahan-bahan yang ada di sekitarnya sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan alamiah tanah untuk memelihara kehidupan tanaman, kelembaban dan kondisi mikroba dalam tanah. Jumlah unsur hara dalam tanah tidak akan banyak berkurang apabila setiap kali selesai musim panen sisa-sisa crop yang tidak dikonsumsi dikembalikan lagi ketanah asalnya 9kecuali yang mempunyai penyakit)
Bahan organik merupakan faktor yang penting dalam mengusahakan pengolahan lahan yang intensif yaitu:
1. Bahan organik dapat memperbaiki struktur dan porositas tanah .
2. Dapat membantu daya pegang pada jenis tanah berpasir.
3. Dapat meningkatkan populasi cacing tanah yang bermanfaat, karena membantu membalik tanah, memperbaiki sistem tata udara dan status unsur hara didalam tanah.
Pengolahan tanah secara intensif dapat menekan kebutuhan pupukdan pestisida. Dengan menanam sayur-sayuran yang beragam dalam satu lahan cenderung mengurangi serangan serangga hama dan penyakit tanaman. Adajuga tanaman yang khusus ditanam karena baunya bisa membantu serangan serangga hama seperti tanaman bumbu-bumbuan yang dapat mengurangi masalah hama. Kemudian pada akhirnya menggunakan bermacam macam ramuan organik , biasanya dari tumbuhan , untuk mengendalikan hama penyakit dimana ramuan ramuan itu dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahan bahan di sekitar dan tidak merugikan lingkungan, serta tidak berbahaya bagi kesehatan petani , produsen maupun konsumen.
URUTAN PENGOLAHAN TANAH
1.Persiapan lahan
Sebagai salah satu pelaksana dalam pengolahan tanah, sebaiknya lahan dibagi menjadi beberapa bedengan dan diolah perbedengan untuk mengefektifkan tenaga kerja. Tanah digali untuk digemburkan sampai kedalaman 60 cm, untuk memperbaiki tata udara tanah yang dapat dipergunakan untuk perkembangan cacing tanah dan menguntungkanbagi mikroorgtanisme dalam tanah. Lebar bedengan sebaiknya tidak lebih dari 1,5 m sehingga kita dapat mengolahnya dari sisi bedengan tanpa mengijaknya, kemudian kita beri mulsa untuk mengurangi kepadatan tanah.2.Pengunaan Bahan Organik
Kompos untuk pertama kali diberikan setebal 7 cm kemudian untuk musim berikutnya cukup 3 cm. Untuk memenuhi kebutuhan kompos ini dapat mempergunakan pula sampah dapur, sisa-sisa tanaman dan kotoran ternak. Kompos sebaiknya diaduk rata pada seluruh topsoil dari bedengan yang dipakai.3.Penanaman
Untuk mencapai penanaman yang intensif dalam bedengan bisa dengan cara:a. Tumpang gilir
b. Tumpang sari
c. Companion planting(penanaman beberapa tanaman yang saling menguntungkan)
Dianjurkan menggunakan jarak tanam rapat tetapi tetap mempertimbangkan diameter tajuk daun dan sistem (diameter perakaran). Cara ini akan mengurangi penyinaran matahari langsung ke tanah. Sehingga dengan cara demikian mengurangi penguapan.
4.Pengendalian Hama dan Penyakit tanaman
Hal utama untuk menghindari hama dan penyakit tanaman adalh tanah dan lingkungan sehat. Persiapan tanah yang baik akan menjamin hal tersebut. Praktek dari tumpang sari adalah salah satu cara pencegahan ledakan hama. Aroma tumbuh-tumbuhan atau bung-bungaan seperti kenikir: bawang , kemangi, dan lain lain tanaman serupa dapat pula ditanam. Bau dari tanaman tersebut dapat membantu menolak hama; apabila hama masih mengganggu tanaman dapat mempergunakan cara lain , yaitu dengan membuat ramuan dari tanaman yang mudah dibuat untuk organik spray. Semua tindakan yang disebut diatas aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan sebab tidak meninggalkan sisa- sisa beracun seperti yang terjadi pada pestisida kimia.5.Rencana Penanaman
Setiap bedengan dalam lahan dapat ditanami secara rotasi sayur-sayur seperti:1. Tanaman pertama kacang-kacangan
2. Tanaman kedua daun-daunan.
3. Tanaman yang kegitga dipetik buahnya.
4. Tanaman keempat yang diambil akarnya.
Nilai nutrisi dari sayur-sayuran perlu diperhitungkan. Dengan menanam sayuran yang berbeda umur, sayur akan tersedia sepanjang tahun.Tanaman digabungkan dengan yang cocok , perpaduan yang tepat memberikan maanfaat tambahan yaitu mampumengusir serangga hama.
MACAM -MACAM PERSIAPAN LAHAN
1. Tanpa Pengolahan Tanah
Tanah yang sudah gembur dan subur tidak perlu diolah lagi asal kerendahan tanah bisa dipertahankan, karena dalam tanah terdapat jasat renik yang bisa menggemburkan, tanpa pengolahan lahan dapat mengurangi pertumbuhan beberapa gulma karena kemungkinan terpotong nya stalon gulma lebih kecil dibanding mencangkul dimana pencangkulan akan menyebabkan stalon-stalon gulma terputus, sehingga memperbanyak gulma yang mengakibatkan biaya perawatan bertambah.2.Sedikit Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dengan cangkul atau garpu hanya digunakan setelah periode rotasi tanaman umbi,. Sementara pada periode lain pengolahan tanah cukup dilakukan dengan di longgaekan memakai garpu kecil.Metode Double Digging
1. a) Buatlah bedengan dengan ukuran standar umum lebar 1,2 m ,panjang 7,5 m.b) Ratakan bedengan dan bersihkan dari batu-batu dan tunggul-tunggul.
2. Tebarkan kompos/ pupuk kandang yang sudah jadi pada seluruh permukaan bedengan tebalnya 7 cm.
3. Bagi bedengan dalam beberapa bagaian dengan panjang 75 cm diberi tanda.
4. Mulai penggalian : galilah dengan kedalaman 30 cm dan lebar interval 75 cm pada salah satu ujung bede-
ngan. Taruh tanah galian dari parit tersebut pada ujung bedengan yang lain.
5. Longgarkan subsoil didalam parit tersebut dengan linggis/garpu dengan kedalaman 30 cm .(perhatikan
dengan topsoil ini jangan dipindah)
6. Galilah parit kedua yaitu topsoil berikutnya yang berdekatan untuk digeser ke parit galian yang pertama d
dengan topsoil daari galian parit yang pertama.
7. Ulangi lagi , longgarkan dasar parit yang kedua persis sama dengan langkah kelima.
8. Proses penggalian kedua berlanjut sampai keujung yang lain dari bedengan.
9. Ini kebalikan dari pembukaan galian parit yang pertama.
10. Selesaikan proses double digging, kemudian ratakan bedengan dengan garuk(jangan menginjak bedengan). -Tambahkan bahan-bahan organik pada bedengan yang sudah siap, yang mana diperlukan untuk pertumbuhan tanaman seperti kompos, pupuk kandang dll. - Campurkanlah bahan organik tersebut dengan lapisan tanah bagian atas dengan ketebalan 15 cm . Bedengan diratakan dan siap ditanami.
Kesimpulan
Pengolahan lahan yang intensif meningkatkan pemaanfaatan sumber daya llingkungan yang ada, dan sebagai usaha untuk membuat tanah yang sehat dan efektif penggunaanya sehingga menguntungkan bagi jasad renikdalam tanah yang membantu dalam proses mempertahankan kesuburan tanah.