Selasa, 04 Desember 2012

PENGOLAHAN LAHAN

PENGOLAHAN LAHAN SECARA INTENSIF

Kebutuhan makanan atau unsur hara yang tersedia untuk kehidupan tanaman dari dalam tanah, seperti halnya kebutuhan akan nutrisi bagi manusia dan binatang.
Di alam tanaman memperoleh hara dari daur ulang bahan organik, di mana contoh yang nyata dapat dilihat pada proses regenerasi yang terjadi secara alam dihutan-hutan; pohon-pohon yang mati , daun-daun yang jatuh pada lantai dengan bantuan binatang-binatang dan mikroba dalam tanah akan didekomposisi kan. Sistem daur ulang secara alami ini akan menyediakan hara yang diperlukan tanaman.
Dalam pertanian modern yang menekankan efisiensi sering terjadi kekacauan dalam daur ulang alam.Pada saat ini penggarapan tanah banyak yang menggunakan pupuk kimia dan pestisida buatan secara terus menerus. Sedangkan efisiensi dalam pertanian alamiah dapat diusahakan dengan cara lain yang memperhatikan proses daur ulang, yang dapat dikerjakan, dimana hasilnya tidak mengecewakan yaitu dengan pengolahan tanah secara intensif.
Dalam pengolahan tanah yang intensif , lahan dibagi menjadi areal areal kecil, kemudian dilakukan daur ulang dengan mengunakan bahan-bahan yang ada di sekitarnya sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan alamiah tanah untuk memelihara kehidupan tanaman, kelembaban dan kondisi mikroba dalam tanah. Jumlah unsur hara dalam tanah tidak akan banyak berkurang apabila setiap kali selesai musim panen sisa-sisa crop yang tidak dikonsumsi dikembalikan lagi ketanah asalnya 9kecuali yang mempunyai penyakit)
Bahan organik merupakan faktor yang penting dalam mengusahakan pengolahan lahan yang intensif yaitu:

1. Bahan organik dapat memperbaiki struktur dan porositas tanah .
2. Dapat membantu daya pegang pada jenis tanah berpasir.
3. Dapat meningkatkan populasi cacing tanah yang bermanfaat, karena membantu membalik tanah, memperbaiki sistem tata udara dan status unsur hara didalam tanah.

Pengolahan tanah secara intensif dapat menekan kebutuhan pupukdan pestisida. Dengan menanam sayur-sayuran yang beragam dalam satu lahan cenderung mengurangi serangan serangga hama dan penyakit tanaman. Adajuga tanaman yang khusus ditanam karena  baunya bisa membantu serangan serangga hama seperti tanaman bumbu-bumbuan yang dapat mengurangi masalah hama. Kemudian pada akhirnya menggunakan bermacam macam ramuan organik , biasanya dari tumbuhan , untuk mengendalikan hama penyakit dimana ramuan ramuan itu dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahan bahan di sekitar dan tidak merugikan lingkungan, serta tidak berbahaya bagi kesehatan petani , produsen maupun konsumen.

URUTAN PENGOLAHAN TANAH

1.Persiapan lahan

Sebagai salah satu pelaksana dalam pengolahan tanah, sebaiknya lahan dibagi menjadi beberapa bedengan dan diolah perbedengan untuk mengefektifkan tenaga kerja. Tanah digali untuk digemburkan sampai kedalaman 60 cm, untuk memperbaiki tata udara tanah yang dapat dipergunakan untuk perkembangan cacing tanah dan menguntungkanbagi mikroorgtanisme dalam tanah. Lebar bedengan sebaiknya tidak lebih dari 1,5 m sehingga kita dapat mengolahnya dari sisi bedengan tanpa mengijaknya, kemudian kita beri mulsa untuk mengurangi kepadatan tanah.

2.Pengunaan Bahan Organik

Kompos untuk pertama kali diberikan setebal 7 cm kemudian untuk musim berikutnya cukup 3 cm. Untuk memenuhi kebutuhan kompos ini dapat mempergunakan pula sampah dapur, sisa-sisa tanaman dan kotoran ternak. Kompos sebaiknya diaduk rata pada seluruh topsoil dari bedengan yang dipakai.

3.Penanaman 

Untuk mencapai penanaman yang intensif dalam bedengan bisa dengan cara:
a. Tumpang gilir
b. Tumpang sari
c. Companion planting(penanaman beberapa tanaman yang saling menguntungkan)
Dianjurkan menggunakan jarak tanam rapat tetapi tetap mempertimbangkan diameter tajuk daun dan sistem (diameter perakaran). Cara ini akan mengurangi penyinaran matahari langsung ke tanah. Sehingga dengan cara demikian mengurangi penguapan.

4.Pengendalian Hama dan Penyakit tanaman

Hal utama untuk menghindari hama dan penyakit tanaman adalh tanah dan lingkungan sehat. Persiapan tanah yang  baik akan menjamin hal tersebut. Praktek dari tumpang sari adalah salah satu cara pencegahan ledakan hama. Aroma tumbuh-tumbuhan atau bung-bungaan seperti kenikir: bawang , kemangi, dan lain lain tanaman serupa dapat pula ditanam. Bau dari tanaman tersebut dapat membantu menolak hama; apabila hama masih mengganggu tanaman dapat mempergunakan cara lain , yaitu dengan membuat ramuan dari tanaman yang mudah dibuat untuk organik spray. Semua tindakan yang disebut diatas aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan sebab tidak meninggalkan sisa- sisa beracun seperti yang terjadi pada pestisida kimia.

5.Rencana Penanaman

Setiap bedengan dalam lahan dapat ditanami secara rotasi sayur-sayur seperti:
1. Tanaman pertama kacang-kacangan
2. Tanaman kedua daun-daunan.
3. Tanaman yang kegitga dipetik buahnya.
4. Tanaman keempat yang diambil akarnya.
Nilai nutrisi dari sayur-sayuran perlu diperhitungkan. Dengan menanam sayuran yang berbeda umur, sayur akan tersedia sepanjang tahun.Tanaman digabungkan dengan yang cocok , perpaduan yang tepat memberikan maanfaat tambahan yaitu mampumengusir serangga hama.

MACAM -MACAM PERSIAPAN LAHAN

1. Tanpa Pengolahan Tanah

Tanah yang sudah gembur dan subur tidak perlu diolah lagi asal kerendahan tanah bisa dipertahankan, karena dalam tanah terdapat jasat renik yang bisa menggemburkan, tanpa pengolahan lahan dapat mengurangi pertumbuhan beberapa gulma karena kemungkinan terpotong nya stalon gulma lebih kecil dibanding mencangkul dimana pencangkulan akan menyebabkan stalon-stalon gulma terputus, sehingga memperbanyak gulma yang mengakibatkan biaya perawatan bertambah.

2.Sedikit Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dengan cangkul atau garpu hanya digunakan setelah periode rotasi tanaman umbi,. Sementara pada periode lain pengolahan tanah cukup dilakukan dengan di longgaekan memakai garpu kecil.

Metode Double Digging

1. a) Buatlah bedengan dengan ukuran standar umum lebar 1,2 m ,panjang 7,5 m.
    b) Ratakan bedengan dan bersihkan dari batu-batu dan tunggul-tunggul.
2. Tebarkan kompos/ pupuk kandang yang sudah jadi pada seluruh permukaan bedengan tebalnya 7 cm.
3. Bagi bedengan dalam beberapa bagaian dengan panjang 75 cm diberi tanda.
4. Mulai penggalian : galilah dengan kedalaman 30 cm dan lebar interval 75 cm pada salah satu ujung bede-
    ngan. Taruh tanah galian dari parit tersebut pada ujung bedengan yang lain.
5. Longgarkan subsoil didalam parit tersebut dengan linggis/garpu dengan kedalaman 30 cm .(perhatikan
    dengan topsoil ini jangan dipindah)
6. Galilah parit kedua yaitu topsoil berikutnya yang berdekatan untuk digeser ke parit galian yang pertama d
    dengan topsoil daari galian parit yang pertama.
7. Ulangi lagi , longgarkan dasar parit yang kedua persis sama dengan langkah kelima.
8. Proses penggalian kedua berlanjut sampai keujung yang lain dari bedengan.
9. Ini kebalikan dari pembukaan galian parit yang pertama.
10. Selesaikan proses double digging, kemudian ratakan bedengan dengan garuk(jangan menginjak bedengan). -Tambahkan bahan-bahan organik pada bedengan yang sudah siap, yang mana diperlukan untuk pertumbuhan tanaman seperti kompos, pupuk kandang dll. - Campurkanlah bahan organik tersebut dengan lapisan tanah bagian atas dengan ketebalan 15 cm . Bedengan diratakan dan siap ditanami.

Kesimpulan
Pengolahan lahan yang intensif meningkatkan pemaanfaatan sumber daya llingkungan yang ada, dan sebagai usaha untuk membuat tanah yang sehat dan efektif penggunaanya sehingga menguntungkan bagi jasad renikdalam tanah yang membantu dalam proses mempertahankan kesuburan tanah.
 

Senin, 03 Desember 2012

TEKNIK PENYUBURAN TANAH

Teknik Penyuburan Tanah

Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami tumbuhan/tanaman bisa memberikan hasil yang banayk berupa produksi daun, batang, buah, atau umbi. Untuk mencapai tujuan produksi maka tanah yang dijadikan lahan usaha perlu adanaya upaya agar tanah tersebut tetap subur dalam jangka waktu yang tak terbatas atau berkelanjutan . Ada beberapa macam teknik menyuburkan tanah antara lain :

1. Pada Tanah yang banyak mengandung liat (Tanah Liat)

Tanah yang banayk mengandung liat adalah tanah yang banyak menyimpan makanan namun sayang makanan tidak bisa dimakan karena kekurangan oksigen (O2). Apabila menemukan tanah yang semacam ini perlu diupayakan agar tersedia O2 dengan cara memberikan kompos, bokashi pupuk kandang arang, atau bahan organik lainya sehingga tanah menjadi gembur.

2. Pada Tanah berpasir atau Tanah yang banyak mengandung pasir

Tanah yang seperti ini kelemahanya sulit untuk mengikat air, fenomena cepat kekeingan dan merana, caranya adalah menambahkan bahan organik seperti kompos, bokashi pupuk kandang, pupuk organik daun hijau yang mudah busuk ditambah kotoran hewan, tanah dan air dengan perbandingan 1;1;1;1, simpan didrum biarkan selama tiga minggu. inilah pupuk yang terbaik untuk tanah berpasir.

3. Pada Tanah yang banyak mengandung kapur

Tanah seperti ini kelemahanya adalah pertama tingkat keasaman ( pH : Potensial Hidrogen ) yang tinggi, kedua tanah mudah longsor, makanan mikro kurang tersedia (cntohnya : besi, seng dan tembangga)
Tanah yang seperti ini perlu diberikan pupuk kompos dan dedaunan yang hijau apalagi kalau daun hijaunya dari jenis yang berbunga kupukupu seperti kacang kacangan, turi dan johar. Untuk menurunkan tingkat keasaman tanah ini yaitu dengan cara memberi pupuk yang mengandung belerang.

4. Tanah yang bersifat asam

Tanah yang asam biasanya ditandai dengan : Untuk tanah sawah, warna air kuning berkarat, kalau tanah darat suka ditumbuhi alang-alang harendong/sunda sedudu sumatra atau kalau ditanami jagung , jagungnya menguning dan bila ditanami kacang tanah, tanaman kacang  tanah tidak ada buah yang berenas.Apabila menemukan tanah seperti ini tanah tersebut adalah asam atau pH nya 3-5. Dengan demikian maka pH nya harus disesuaikan dulu dengan keinginan tanaman , karena setiap tanaman menginginkan pH yang berbeda , untuk lebih jelasnyaupaya menaikan pH tanah bacak caranya :
  • a) Tanah dijemur : Tanah dicangkul, dibajak, tanah yang berupa bongkahan dibiarkan terjemur dahulu sampe selama 2 minggu.
  • b) Diberi arang sekam: Tanah ditaburi arang sekam selanjutnya dicangkul hingga arang tersebut tercampur 
  • dengan tanah.
  • c) Perbaikan tata udara dalam tanah : Tanah diolah kemudian dibuat parit-parit, ini untuk menghindarkan genangan air dan pada tanah gambut disebut tali air.Ini dibuat memanjang dengan jarak 25 m agar terjadi pencucian dan air yang asam mengalir.
  • d) Menambah pupuk organik : Dengan diberikan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan yang banyak, secara bertahan pH tanah akan berangsur baik.
  • e) Pengapuran : Untuk menaikan pH bisa juga memberikan kapur pertanian dengan cara ditabur diatas tanah yang sudah dicangkul kemudian diaduk dengan tanah,apabila sudah tercampur antara kapur pertanian dan tanah, lalu disiram air atau tunggu tersiram air hujan dulu, biarkan selama 10-15 hari, baru ditanami tumbuhan.

5. Tanah gambut

Adalah tanah yang kaya akan bahan organik namun belum bisa terurai menjadi makanan tumbuhan hanya kelemahanya adalah pH rendah atau asam. Tata udara kadang-kadang lemah, sehingga bakteri tidak bisa bekerja secara maksimal. Pada tanah yang demikian, tanaman yang bisa tumbuh hanya beberapa macam saja. Cara perbaikannya adalah :
  • a) Membersikan kompos dari pupuk kandang , arang atau bokashi, pupuk kandang arang.
  • b) Membuat tali air/ parit sebanyak mungkin.
  • c) Seiring dengan memberikan bakteri juga diberikan limbah yang mengandung protein banyak, contohnya limbah tahu, darah, atau ikan busuk.
  • d) Memberikan kultur campuran mikro organisme yang menguntungkan.

6. Tanah Podsolik merah kuning

Tanah ini terdapat banyak diSumatra dan Kalimantan. Pada tanah yang seperti ini usahanya adalah:
  1. a) Membeerikan bahan organik berupa kompos yang banyak.
  1. b) Menutup tanah atau memberikan mulsa pada setiap tanaman sehingga lapisan atas tanah akan terlindung dan erosi karena hujan.                                    
          c) Memberikan bakteri yang menguntungkan.

Kesimpulan

  • 1. Memberikan bahan organik berupa kompos atau bokashi mmerupakan hal mutlak yang perlu dilakukan oleh pengelola.
  • 2. Menjaga ekosistem kehidupan yang berada dalam tanah sehingga akan ada kemampuan membuat makanan tumbuhan secara optimum.
  • 3. Mengatur tata udara dan air agar ada kehidupan didalam tanah.
  • 4. Sasaran perbaikan ditujukan pada perbaikan fisik , kimia dan biologi tanah.