PEMBENTUKAN TANAH
Fasa pertama kelahiran tubuh tanah adalah pelapukan dan peruraian batuan atau bahan induk tanah, dan fasa kedua adalah pembentukan tubuh tanah atau horisonasi. Proses pembentukan tubuh tanah merupakan suatu kejadian rumit,beruntun,mencakup reaksi saling terkait dan penyusunan kembali bahan bahan, yang sangat mempengaruhi tanah ditempat itu. Beberapa kejadian dapat berlangsung serentak atau beruntun untuk saling memperkuat atau melawan terhadap lainya.Proses-proses pembentukan tanah disebut juga proses pedogenik,yang mencakup sejumlah proses penambahan dan pelenyapan bahan dari suatu tubuh tanah akibat adanya degradasi,agradasi dan pemindahan di dalam tubuh tanah. Pembentukan tubuh tanah merupakan suatu kejadian tersembunyi dari pandangan mata sehingga penyidikanya hanya dapat dilakukan pada saat kejadian itu telah selesai, kecuali untuk beberapa fenomena, khususnya yang berlangsung dekat permukaan bumi.
Ciri dan proses perkembangan tubuh tanah dikendalikan oleh gen tanah (bahan induk) dan faktor lingkungan . Pengaruh lingkungan ini lebih besar daripada faktor bahan induk tanah. Dua kecenderungan dalam perkembangan tanah yang dapat disidik, yaitu horisonasi dan haploidisasi. Horison mencakup proses-proses pro-anisotropik dan kejadian yang memungkinkan bahan induk tanah terdeferensiasi menjadi frofil tanah yang memiliki sjumlah horison. ahorisonasi ini lebih berwatak mineralogis dan sulit disidik. Haplodisasi mencakup proses-proses pro-isotropik dan keadaan yang menyebabkan horisonasi tertahan, terdeselerasi atau terganggu. Proses-proses horisonasi dan haplodisasi ini sering kali tumpang tindih sehinggan lebih memungkinkan menyidik hasil-hasilnya daripada macam proses yang terlibat. Namun dapat disimpulkan bahwa horisonasi mempunyai peranan lebih penting dari pada haplodisasi dalam proses pembentukan tubuh tanah.
Pendekatan kajian tanah sangat beragam , tergantung kepada lingkunganya. Empat metode analisa genesa tanah yaitu a. Metode peubah bebas.
b. Metode peubah tergantung.
c. Metode analisa makro.
d. Metode analisa numerik.
Metode peubah bebas merupakan suatu metode sederhana yang menasumsikan bahwa seluruh keadaan konstan kecuali satu peubah.Contoh metode penerapan ini untuk mengkaji genesa tanah dikawasan tropika basah, yaitu pada kasus peralihan penggunaan lahan dari hutan hujan tropika menjadi lahan pertanian. Perubahan ini memnyebabkan aras kelengasan menurun dan selama musim kering menyebabkan tanah permukaan yang kaya seskioksida mengalami pengerasan tidak balik. Faktor yang merupakan perubahan tersebut adalah iklim mikro diatas tanah dan iklim didalam tubuh tanah itu.Kerawanan metode ini adalah pengamat dapat terkecoh untuk memberi saran penerapan hubungan yang diperoleh dari suatu tempat untuk dipakai ditempat lain.Pada contoh kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kejadian itu berpeluang hanya berlaku setempat. Perubahan temperatur dan kelengasan yang terjadi hanya dialami derah itu, sehingga tidak layak dipaksakan diterapka ditempat atau ksaus lain.
Metode peubah tergantung menggunakan pemikiran bahwa komplek tanah dipandang sebagai suatu fungsi
sejumlah (n) peubah, yang setiap peubah ini dapat dituliskan sebagai fungsi peubah lainya, sehingga dapat menghasilkan n persamaan.Metode ini cocok diterapkan jika sistem tanah itu dipandang dari sistem total, namun seringkali memberikan hasil tidak realistis. Misal: hasil analisa tanah dari kawasan luas, yang sangat mungkin terdiri dari berbagai jenis sebagai akibat pengaruh lingkungan yang juga beragam, tidak akan mampu memberikan gambaran khusus watak kompleks tanah yang ada
Metode analisa makro membagi komplek tanah menjadi kelompok-kelompok makro. Metode ini merukan kompromi antara kesederhanaan peubah bebas dan perampatan berlebihan metode peubah tergantung. Kelemahan metode iniadanya kecederungan melupakan satuan satuan tanah yang sebenarnya sangat kompleks dan memandangnya hanya sebagai suatu satuan terbatas dan mantab. akelompok-kelompok makro tanah mencakup gret soil groups, great soil group coplexes, asosiasi tanah dan katena.
Metode analisa numerik melibatkan penggunaan data tanah yang disebut ordinasi yaitu susunan satuan-satuan dalam suatu ordo bermatra satu atau ganda. Seluruh data yang diinginkan, dipadukan dan berdasar pada kisaran nilai-nilai dilakukan penskalaan nilai dari 1-100. Nilai-nilai terskala itu kemudian dijumlahkan untuk setiap tanah (A), dan dibandingkan dengan tanah lain (B) melalui persamaan
I= (2w)/(A+B)x100
I = indeks keserupaan
w= jumlah gambaran paling sedikit pada pasangan nilai berskala
A,B = macam tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar